Surat untuk TPB 22

  Selasa 4 April 2023, di bawah langit malam ditemani cahaya bulan, sunyi dan tenang mensiasati setiap insan yang sedang berjuang menyelesaikan apapun, aku tak tahu kalian sedang menyelesaikan apa, tetapi aku yakin pasti itu semua demi satu tujuan. Sejenak kali ini aku mengamati banyak hal, Mereka yang bekerja menyelesaikan Laporan, mereka yang berjuang untuk mendapati nilai bagus dan mereka yang menghadapi masalah hidup yang aku sendiri mungkin tidak hadapi. Terkadang aku sadar bahwa keberadaan setiap orang mungkin tidak membantu menyelesaikan masalah apapun, tetapi yang aku sadar  Mereka kuat, Mereka  ksatria, dan mereka pejuang. 

Setelah sekian waktu bernaung di tempat kita  sekarang, aku sadar bahwa setiap orang mempunyai fase untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan baru, baik kehidupan akademis maupun Lingkungan pertemanan. Sekarang detik ini Mungkin banyak dari kita yang masih berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam target nilai yang kita tetapkan, mungkin ada juga mereka yang menangis karena mendapati hasil yang tidak diharapkan, tetapi sudah sampai sini aku ingin kalian sadar bahwa kita Hebat, kita hebat dengan segala yang kita perjuangkan. Tidak apa untuk menangis sejenak, beristirahat sejenak, merasakan capai sejenak, tetapi Yuk kita berjuang kembali :) 

Mendapati hasil yang tidak kita inginkan memang menyakitkan, serasa apa kita perjuangkan memang tidak mendapati hasil apapun, mungkin kita berpikir usaha tidak sejalan dengan hasil.  Tetapi coba kita lihat kebelakang sejenak, seberapa besar energi yang kita berikan untuk berusaha mengubah sesuatu menjadi lebih baik, mungkin hasil tidak memberikan yang sesuai dengan apa yang kita harapkan, tetapi coba kita rasakan sejenak bahwa perubahan itu ada, kebiasaan dan komitmen kita mulai berubah menjadi lebih baik.  secara realistis memang belum bisa mengubah apapun untuk sekarang, tetapi bisa mengubah siapapun untuk sekarang dan kapanpun. Saat ini mungkin hasil yang kita harapkan masih 20% dari 100% pasti kecewa dengan segala yang kita perjuangkan, tetapi coba kita lihat kita masih punya 80% untuk berjuang mencapai itu, kita masih punya waktu mewujukan hal itu dan bukan tidak mungkin kita mendapati hal itu, mencintai proses dan belajar adalah satu hal yang menarik dalam seni kehidupan. Itu mungkin idealis, Aku tidak memaksa  kalian untuk berpikir secara idealis seperti itu   Aku tahu kita semua punya beban masing-masing yang harus kita hadapi, tetapi yang aku mau kita hanya menghargai dan berterimakasih kepada diri kita yang sudah menemani hingga saat ini. 

Mulai merubah keadaan dan berkomitmen adalah satu hal yang sulit, tetapi coba yuk kita mengembangkan diri kita dengan berusaha menetapkan target, Menurutku setiap orang mempunyai fasenya dalam hal ini , ada yang masih mulai menetapkan target kecil seperti belajar 1 jam sehari, menyelesaikan 3 task/hari, dan mendapati nilai seperti 50, hal itu bukan sesuatu yang hina meskipun kita hidup di lingkungan yang mana atmosfir persaingannya sangat besar, tetapi hal itu sesuatu yang harus kita hargai , selanjutnya ada juga yang sudah naik satu tingkat yaitu mereka yang berpikir bahwa target-target kecil sebelumnya adalah kewajiban yang harus mereka penuhi, tetapi target yang mereka cari adalah mencari jati diri hidup mereka, tujuan hidup mereka dan mencintai diri mereka. kedua tipe tersebut membentuk diri kita baik secara realistis maupun idealis, membawa kita menghadapi dunia kehidupan yang keras ini. 

Kali ini aku menulis ini bukan muluk-muluk untuk mencapai apapun, tetapi aku ingin bahwa kita sadar bahwa kita sama-sama berjuang menghadapi sesuatu yang sama untuk satu tujuan, aku ingin kita sadar bahwa kita seharusnya saling merangkul bukan saling memikul, saling menemani bukan membohongi, dan membangkitkan bukan menjatuhkan. Melihat sekitar bahwa kita hidup bersama di lingkungan akademis ini, berjuang dan membantu sesama bukanlah hal yang merugikan diri kita, bukanlah hal yang menjatuhkan diri kita, tetapi sesuatu hal yang menenangkan diri kita. 

Aku mungkin tidak sebaik Andrea Hirata dalam menuliskan pesan, tidak sebaik tere liye dalam menulis, tetapi aku hanya ingin kita sadar bahwa kita memiliki diri yang hebat,  kita memiliki lingkungan yang bisa menemani, kita memiliki masalah yang harus kita hadapi, dan sadar bahwa kita senasib, sepenanggunganm dan seperjuangan untuk mewujukan tujuan yang sama disini. 

-- TPB 2022 😀

Comments

Popular posts from this blog

Memurnikan perak